Pertagas OEJA Latih Kesiapsiagaan Bencana pada Siswa SDN 40…

PT Pertamina Gas (Pertagas) melalui unit operasional Operation East Java Area (OEJA) menyelenggarakan kegiatan edukasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana pada anak sejak usia sekolah. Kegiatan itu berlangsung di SDN 40 Gresik pada Sabtu, 25 Juli 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional 2026. Sebanyak 55 siswa dan para guru ikut serta dalam program yang dinamakan Program Kencana Si Udin. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar tentang tanggap darurat dengan pendekatan interaktif, sehingga anak-anak dapat memahami langkah-langkah keselamatan secara praktis.

Program Kencana Si Udin: Tujuan dan Pelaksanaan

Program Kencana Si Udin digelar untuk menanamkan kesadaran dan kemampuan tanggap bencana sejak dini. Pelaksanaan di SDN 40 Gresik menempatkan anak sebagai peserta aktif dalam rangkaian pembelajaran yang disusun secara bertahap. Selama kegiatan, peserta diajak bergerak melalui empat pos pembelajaran yang menyajikan materi berbeda namun saling melengkapi. Metode ini bertujuan agar pengetahuan tentang mitigasi risiko dan tindakan aman saat bencana bisa dipahami dengan lebih mudah oleh siswa SD.

Metode Pembelajaran dan Pelatihan

Pembelajaran disampaikan secara interaktif sehingga anak-anak tidak hanya menerima informasi secara teoretis, tetapi juga berlatih langsung. Selain empat pos pembelajaran, panitia menyediakan sesi pelatihan pemadaman untuk memberi pengalaman praktis menanggulangi kebakaran skala kecil. Pelatihan seperti ini memberi bekal keterampilan dasar yang penting, misalnya cara menggunakan alat pemadam sederhana dan langkah awal penanganan kebakaran sebelum bantuan profesional tiba. Pendekatan praktis diharapkan membuat anak lebih siap dan tidak panik saat menghadapi kondisi darurat.

Peran Sekolah dan Dampak pada Peserta

Partisipasi guru dalam kegiatan ini menjadi elemen penting untuk memastikan transfer pengetahuan berlanjut di lingkungan sekolah setelah program selesai. Dengan keterlibatan tenaga pendidik, materi yang diperkenalkan selama Program Kencana Si Udin dapat diintegrasikan ke dalam aktivitas belajar sehari-hari. Jumlah peserta yang mencapai 55 siswa menunjukkan minat dan kebutuhan akan materi kesiapsiagaan bencana pada tingkat sekolah dasar. Kegiatan yang diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional 2026 juga memberi makna tambahan, menekankan pentingnya memperkuat perlindungan dan keselamatan anak. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat menjadi contoh program edukasi serupa di sekolah lain, khususnya di wilayah yang rawan bencana. Meski fokus utama adalah pembelajaran untuk anak, kolaborasi pihak swasta seperti Pertagas OEJA dengan institusi pendidikan menegaskan peran bersama dalam membangun ketahanan komunal. Program Kencana Si Udin di SDN 40 Gresik menegaskan bahwa investasi pada pendidikan kesiapsiagaan bencana sejak dini bukan hanya soal menurunkan risiko, tetapi juga membentuk budaya aman yang berkelanjutan. Kegiatan ini meninggalkan bekal praktis bagi siswa dan membuka peluang bagi sekolah untuk melanjutkan penguatan kapasitas tanggap darurat, baik melalui latihan berkala maupun integrasi materi keselamatan dalam pembelajaran rutin.