Dindik Jatim Larang Perpeloncoan Saat MPLS, Guru Wajib Awasi
Stkipgetsempena.ac.id – Perpeloncoan saat MPLS dilarang keras oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur. Selain pelarangan, dinas meminta agar seluruh guru mengawasi secara penuh pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada tahun ajaran 2026/2027.

Langkah ini diambil menjelang pembukaan MPLS yang akan dimulai serentak pada Senin (13/7) bagi siswa baru jenjang SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta, di seluruh Jawa Timur.
Ketentuan pengawasan dan larangan
Pernyataan larangan terhadap praktik perpeloncoan disampaikan menyusul persiapan sekolah dalam menyambut siswa baru. Dinas Pendidikan menegaskan bahwa guru memiliki tanggung jawab pengawasan penuh selama rangkaian MPLS berlangsung untuk mencegah praktik perpeloncoan dan memastikan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah berjalan aman dan tertib.
Imbauan pengawasan penuh oleh guru ini berlaku untuk seluruh satuan pendidikan menengah yang menggelar MPLS, mencakup sekolah negeri maupun swasta sesuai jenjang yang telah disebutkan.
Skala kegiatan: jumlah siswa dan jadwal
Jumlah peserta MPLS tahun ajaran 2026/2027 di Jawa Timur mencapai 618.479 murid baru. Mereka adalah siswa jenjang SMA, SMK, dan SLB yang akan mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan sekolah secara serentak pada tanggal yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan yang serentak tersebut menandai dimulainya tahun ajaran baru dan menjadi momentum bagi sekolah untuk memperkenalkan aturan, fasilitas, dan suasana belajar kepada peserta didik baru.
Tujuan dan harapan dari kebijakan
Larangan perpeloncoan dan peningkatan pengawasan diarahkan untuk menciptakan lingkungan pengenalan sekolah yang kondusif bagi siswa baru. Dengan pengawasan yang intensif, diharapkan kegiatan MPLS dapat menjadi sarana adaptasi yang aman dan bermanfaat tanpa menimbulkan risiko bagi peserta didik.
Sekolah diminta menyusun kegiatan pengenalan lingkungan yang informatif dan terstruktur sehingga siswa mendapatkan gambaran jelas tentang kehidupan akademik dan aturan tata tertib di sekolah masing-masing. Peran guru sebagai pengawas menjadi kunci agar tujuan tersebut tercapai.
Penekanan pada keamanan dan kenyamanan siswa
Penyelenggaraan MPLS dengan pengawasan penuh oleh guru juga bertujuan menjaga keamanan dan kenyamanan selama proses adaptasi berlangsung. Kegiatan yang terorganisir diharapkan dapat membantu siswa baru mengenal lingkungan sekolah tanpa tekanan yang tidak perlu.
Dengan jumlah peserta yang besar, koordinasi sekolah, guru, dan pihak terkait diperlukan untuk memastikan pelaksanaan MPLS berjalan sesuai arahan yang telah disampaikan.
Saat MPLS dimulai pada Senin (13/7), perhatian terhadap pelaksanaan pengenalan lingkungan dan upaya pencegahan perpeloncoan menjadi fokus utama agar tahun ajaran 2026/2027 diawali dalam suasana yang aman dan mendukung proses belajar siswa.

