Anwar: Percepat Persiapan Tenaga Kerja AI

Stkipgetsempena.ac.id Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim mendesak percepatan upaya mempersiapkan tenaga kerja AI agar Malaysia tidak tertinggal dalam persaingan digital. Pada pelancaran Pusat Pembangunan Global Ant International di Kuala Lumpur hari ini, ia menekankan kebutuhan skill dan kepakaran baru untuk menghadapi perubahan yang dibawa kecerdasan buatan.

Ilustrasi tenaga kerja ai untuk artikel Anwar: Percepat Persiapan Tenaga Kerja AI

Di hadapan delegasi dan tamu, Anwar mengingatkan bahwa transformasi teknologi membuka peluang sekaligus menuntut sistem pendidikan dan latihan beradaptasi cepat. “AI bukan sahaja akan membentuk cara perniagaan beroperasi, malah turut mengubah cara perdagangan dijalankan, penilaian kredit dibuat, risiko diuruskan serta pasaran dihubungkan merentas sempadan,” ujarnya.

Penyusunan regulasi dan prioritas kepercayaan digital

Kerajaan, kata Anwar, kini berada di tahap akhir memuktamadkan Rang Undang-Undang Tadbir Urus Kecerdasan Buatan yang dirancang untuk menjadi kerangka kawal selia bagi interaksi manusia dan mesin. Rangka kerja itu dimaksudkan melengkapi undang-undang sedia ada, termasuk Akta Keselamatan Siber serta peraturan perlindungan data, sebagai upaya memperkuat kepercayaan digital—satu teras yang diberi prioritas dalam Rancangan Malaysia Ke-13 (RMK13) dan fasa akhir Pelan Tindakan Ekonomi Digital Malaysia.

Pembangunan bakat dan penyesuaian pendidikan

Untuk memastikan tenaga kerja siap menghadapi industri baru, Anwar menyoroti peranan penguatan pembangunan bakat dan kurikulum yang relevan. “Kedua-dua Majlis Digital Negara dan Majlis Pendidikan Negara baru-baru ini memberi tumpuan kepada usaha melengkapkan rakyat Malaysia dengan kemahiran yang diperlukan untuk masa depan. “

Ia menambahkan bahwa fokus tersebut harus berujung pada kualitas latihan yang menjangkau anak-anak muda, agar mereka tidak hanya memahami teknologi tetapi juga siap memanfaatkan peluang global: “Kita mesti memastikan anak-anak dan golongan muda menerima latihan terbaik serta bersedia meneroka bidang dan peluang baharu yang sedang muncul di peringkat global,” kata Anwar.

Peran Ant International dan potensi ekonomi digital

Anwar memberikan pengakuan kepada Ant International atas keputusan perusahaan itu mendirikan Pusat Operasi Global di Kuala Lumpur. Menurutnya, kehadiran penyedia pembayaran digital, pendigitalan dan teknologi kewangan global terkemuka itu diharapkan mempercepat tujuan nasional membangunkan bakat tempatan dan memperluas peluang dalam ekonomi digital.

Di samping itu, ia menegaskan bahwa pengembangan teknologi dan kewangan harus menghasilkan manfaat yang mampu dinikmati luas. “Inovasi mesti kekal berteraskan pada prinsip mudah, bahawa manfaat pertumbuhan dikongsi secara meluas dan tiada komuniti yang ketinggalan. “Ini bukan sekadar mengenai keuntungan korporat, tetapi mengenai kemajuan yang berpusatkan rakyat,” katanya.

Dampak terhadap lapangan kerja dan bisnis lokal

Anwar menilai teknologi, keuangan, dan inovasi harus diarahkan untuk menciptakan pekerjaan berkualiti, memperkuat kapasitas domestik, mendukung pertumbuhan perusahaan, serta memperluas akses kepada layanan yang terjangkau. Langkah-langkah ini, menurutnya, sejalan dengan ambisi Malaysia untuk menjadi hub serantau bagi teknologi digital dan AI.

Pesannya jelas: negara mesti bergerak cepat dan sistematis—mulai dari regulasi hingga pendidikan—agar manfaat kemajuan teknologi dapat dinikmati secara inklusif. Peluncuran pusat Ant International di Kuala Lumpur dipandang sebagai bagian dari strategi lebih luas untuk menghubungkan talenta lokal dengan peluang global sambil menjaga prinsip kepercayaan dan keadilan sosial.