Budaya membaca harus jadi agenda pembinaan negara

KUALA LUMPUR — Budaya membaca perlu dimasukkan sebagai bagian dari agenda pembinaan negara, terutama untuk menjangkau generasi muda. Menteri Pendidikan, Fadhlina Sidek, menyoroti pentingnya menanamkan minat membaca sejak usia awal agar kebiasaan belajar dan kecintaan terhadap ilmu tetap terpelihara di masyarakat.

Ilustrasi budaya membaca untuk artikel Budaya membaca harus jadi agenda pembinaan negara

Fadhlina menyampaikan bahwa upaya memupuk minat baca tidak hanya bersifat individual tetapi juga memerlukan perhatian sistemik agar budaya ilmu dan pembacaan terus dipelihara. Pernyataan itu menegaskan perlunya perhatian bersama keluarga, institusi pendidikan, dan pembuat kebijakan.

Fokus pembinaan sejak usia awal

Menteri menggarisbawahi perlunya intervensi sejak masa kanak-kanak. Menurutnya, pengenalan kebiasaan membaca pada tahap awal kehidupan berpeluang membentuk generasi yang lebih akrab dengan dunia ilmu dan informasi. Dengan demikian, upaya pembinaan sebaiknya diarahkan untuk menciptakan pengalaman membaca yang menyenangkan dan relevan bagi anak-anak agar minat mereka bertahan hingga dewasa.

Peran bersama: keluarga, sekolah, dan negara

Fadhlina menekankan bahwa tanggung jawab membangun budaya membaca tidak boleh dibebankan pada satu pihak saja. Keluarga berperan sebagai lingkungan pertama yang memperkenalkan buku dan kebiasaan membaca, sedangkan sekolah bertugas menguatkan kebiasaan tersebut melalui kurikulum dan kegiatan literasi. Pemerintah, menurutnya, perlu menjadikan pembinaan budaya membaca sebagai bagian dari strategi nasional agar upaya yang dilakukan terkoordinasi dan berkelanjutan.

Menguatkan budaya ilmu dan pembacaan

Salah satu poin penting yang disampaikan adalah pentingnya memastikan budaya ilmu dan pembacaan terus dipelihara di masyarakat. Hal ini mencakup pembentukan kebiasaan membaca yang konsisten, dukungan terhadap akses bahan bacaan yang sesuai usia, serta upaya menciptakan lingkungan yang mendorong diskusi dan rasa ingin tahu. Fadhlina mengingatkan bahwa pembinaan semacam ini berfungsi sebagai fondasi untuk memperkuat kapasitas generasi mendatang dalam menghadapi tantangan zaman.

Pernyataan menteri tersebut mengarahkan perhatian pada kebutuhan strategi jangka panjang yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Keterlibatan aktif komunitas, organisasi pendidikan, dan pihak terkait lainnya dinilai penting untuk menjamin bahwa inisiatif pembinaan budaya membaca dapat terlaksana secara menyeluruh dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Dengan menempatkan budaya membaca dalam agenda pembinaan negara, harapannya adalah terbentuknya masyarakat yang lebih kritis, kreatif, dan berpengetahuan. Upaya ini, sebagaimana diutarakan oleh Fadhlina Sidek, harus dimulai sedini mungkin dan terus dipelihara agar nilai-nilai ilmu pengetahuan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga negara.